Rabu, 06 Februari 2013

Tips Cara Meraih/Mendapatkan Sholat Khusyu'/Khusyuk


Semua orang yang mengaku beragama islam wajib minimal paling tidak menunaikan ibadah sholat wajib lima waktu setiap hari, yaitu sholat shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Sholat merupakan tiang agama yang wajib dijaga oleh setiap umat muslim di seluruh dunia baik yang muda maupun tua, yang miskin maupun kaya, yang sehat maupun yang sakit, yang bodoh maupun yang pandai, dan lain sebagainya. 

Dalam melaksanakan ibadah sholat diharuskan untuk mengikuti tata cara sholat yang baik mulai dari wudhu, niat, gerakan, tuma’ninah, kekhusyu’an, dan lain-lain. Sholat yang asal-asalan akan memperbesar resiko ibadah solat kita tidak diterima oleh Allah SWT. 

Diharapkan seluruh umat muslim untuk selalu memperbaiki sholatnya dari waktu ke waktu dengan mempelajari ilmu ibadah dari sumber yang bisa dipercaya dan dijadikan panutan dengan dasar Hadits Nabi Muhammad SAW dan tuntunan para imam besar. Salah satu hal yang cukup penting dalam ibadah sholat baik yang sunah maupun yang wajib adalah khusyu’. 

khusyuk adalah konsentrasi penuh dalam menjalankan ibadah sholat dengan pikiran berhubungan dan berserah diri kepada Allah SWT serta mampu menikmati setiap detik dari sholat tanpa gangguan pikiran dari hal-hal lain yang bersifat keduniawian. 

Berikut ini merupakan beberapa kiat-kiat untuk kaum muslimin dan muslimat untuk dapat mencapai ibadah sholat yang khusyu :

1. Pusatkan Pikiran Hanya Kepada Allah SWT Netralkan pikiran anda dari berbagai hal-hal yang berbau dunia mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, sekolah, kampus, harta, tahta, wanita, pria, dan lain sebagainya. Serahkan diri anda sepenuhnya hanya kepadaNya untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan kepada kita.

2. Menyadari Bahwa Kita Sedang Menghadap Tuhan Ciptakan suatu alam pikiran di mana kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang luar biasa dahsyat dan tiada tandingannya di dunia maupun di akhirat. Sesuatu yang lebih dari atasan kita, orangtua kita, preman kampung, lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, presiden, artis, jin, setan, iblis, malaikat, dan lain sebagainya.

3. Mempelajari dan Memahami Arti dan Makna Bacaan Sholat Pelajarilah arti dan makna di balik ucapan-ucapan kita saat sedang sholat, lalu pahami dan hapalkan. Munculkan arti dan makna bacaan sholat kita saat kita sedang sholat.

4. Menganggap Sholat Yang Sedang Dilakukan adalah Sholat Terakhir Setiap manusia maupun jin tidak ada yang mengatahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang termasuk hari kematian. Anggap saja kita akan meninggal dunia saat sholat berlangsung maupun setelah sholat. Orang mukmin yang tahu dia mau wafat maupun mau kiamat besar, maka orang itu akan segera meningkatkan ibadahnya serta menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

5. Jika Pikiran Terganggu Segera Kembali Konsentrasi Apabila anda tiba-tiba tersadar bahwa anda sedang terlena dengan buaian alam pikiran dunia kita, maka bersegeralah kembali kepada arti dan makna bacaan sholat kita atau kembali mengingat Allah SWT.

6. Memperhatikan Kondisi Tubuh Sebelum Sholat Pastikan bahwa kita sudah merasa nyaman dan siap untuk melaksanakan ibadah sholat kita dengan baik, seperti sudah buang air, sudah makan yang cukup, pikiran sudah netral, bersih dari najis dan hadas, tidak sedang menstruasi, dan lain sebagainya.

7. Memperhatikan Kondisi Lingkungan Sebelum Sholat Usahakan cari tempat sholat yang terbaik bagi kita dilihat dari aspek kebersihan, kenyamanan, kebisingan, gangguan orang lain, gangguan anak-anak, keamanan, perizinan, dan lain-lain.

8. Sholat Tepat Waktu dan Tidak Terburu-Buru Agar kita bisa sholat dengan khusyuk kita harus solat pada waktu yang paling utama, yaitu sholat tepat waktu di awal waktunya. Untuk laki-laki sholat berjamaah di masjid atau mushola setelah panggilan adzan dan komat, sedangkan untuk yang perempuan boleh dilaksanakan di rumah. Sholatlah dengan santai dengan menikmati setiap detiknya menghadap langsung kepada sang khalik walaupun sebenarnya anda sedang diburu waktu.

9. Ikhlas Semata-Mata Untuk Mendapatkan Ridho Allah SWT Buang jauh-jauh tujuan sholat kita selain untuk mendapatkan ridho dari Alloh SWT seperti untuk pamer / riya, ingin dilihat atasan, ingin dilihat pacar, ingin dianggap orang sebagai orang alim, sekedar ikut-ikutan orang lain, dan lain sebagainya.

 10. Berusaha Untuk Selalu Memperbaiki Sholat Kita Muslim yang baik akan terpacu terus-menerus melakukan perbaikan ibadah maupun hal-hal yang lain untuk menyempurnakan dirinya sesuai dengan Al-Qur’an dan tuntunan hadist Nabi Muhammad SAW. Amatlah rugi apabila kita melakukan ibadah belum sesuai dengan kaidah yang ada serta tidak ada keinginan sedikit pun untuk belajar memperbaiki diri.

InsyaAllah bisa bermanfaat, semoga bisa menambah ilmu dan Iman kita terhadap Allah SWT.. Kita lakukan sejak dini … Sumber : http://www.hajsmy.us/2011/09/tips-cara-meraihmendapatkan-sholat.html#ixzz1kOY2CEfF

Selasa, 05 Februari 2013

Nama-nama ASMAULHUSNA


Nama-nama ASMAULHUSNA

01. Arrahman Maha Pemurah
02. Arrahim Maha Penyayang
03. Almalik Maha Raja
04. Al Quddus Maha Bersih dari noda dan cacat
05. As Salam Maha Pemberi Ketentraman
06. Al Mu'min Maha Pemberi Keamanan
07. Al Muhaimin Maha Pelindung dan Pengawas
08. Al Aziz Maha Perkasa
09. Al Jabbar Maha Agung
10. Al Mutakabbir Maha Angkuh
11. Al Kholiq Maha Pencipta
12. Al Bari' Maha Pencipta dari tidak ada
13. Al Mushawir Maha Pembentuk
14. Al Ghaffar Maha Pemberi Ampun
15. Al Kahhar Maha Menentukan
16. Al Wahhab Maha Pemberi
17. Al Razzak Maha Pemberi Rezeki
18. Al Fattah Maha Pembuka
19. Al Aliim Maha Mengetahui
20. Al Qobidh Maha Pemegang dan Penahan
21. Al Baasith Maha Pelepas
22. Al Khofidh Maha Merendahkan
23. Ar Rafii' Maha Meninggikan
24. Al Muiz Maha Memuliakan
25. Al Mudzil Maha Menghinakan
26. As Samii' Maha Mendengar
27. Al Bashir Maha Melihat
28. Al Hakam Maha Penghukum
29. Al Adl Maha Adil
30. Al Latif Maha Lembut
31. Al Khobir Maha Mengetahui
32. Al Halim Maha Penyantun ( Maha Tenang dan Sabar )
33. Al Adhim Maha Agung
34. Al Ghafur Maha Pengampun
35. Asy Syakur Maha Pembalas Jasa
36. Al 'Aliyyu Maha Tinggi
37. Al Kabir Maha Besar
38. Al Hafiidh Maha Pemelihara
39. Al Muqiit Maha Pemberi Pangan
40. Al Hasiib Maha Menghitung
41. Al Jalil Maha Sempurna
42. Al Karim Maha Pemurah
43. Ar Raqiib Maha Mengawasi
44. Al Mujib Maha Mengabulkan
45. Al Waasi' Maha Luas
46. Al Hakiim Maha Bijaksana
47. Al Wadud Maha Mengasihi
48. Al Majiid Maha Mulia
49. Al Baa'its Maha Membangkitkan
50. Asy Syahid Maha Menyaksikan
51. Al Haq Maha Benar
52. Al Wakil Maha Mewakili
53. Al Qowi Maha Kuat
54. Al Wali Maha Pelindung (Penolong)
55. Al Matiin Maha Kokoh/Teguh
56. Al Hamiid Maha Terpuji
57. Al Muhshi Maha Menghitung
58. Al Mubdi' Maha Memulai
59. Al Mu'id Maha Mengembalikan
60. Al Muhyi Maha Menghidupkan
61. Al Mumit Maha Mematikan
62. Al Hayyu Maha Hidup
63. Al Qayyum Maha Berdiri Sendiri
64. Al Waajid Maha Menemukan
65. Al Majid Maha Memiliki Kemuliaan
66. Al Wahid Maha Esa (Tunggal)
67. Al Ahad Maha Esa (Tunggal)
68. Ash Shomad Tempat bergantung dan Memohon
69. Al Qaadir Maha Kuasa (Mampu)
70. Al Muqtadir Maha Berkuasa
71. Al Muqoddim Maha Mendahulukan
72. Al Muakhir Maha Mengakhirkan
73. Al Awwal Maha Awal
74. Al Akhir Maha Akhir
75. Adh Dhahir Maha Jelas Kekuasaannya
76. Al Bathin Maha Tidak tampak (kelihatan) DzatNya
77. Al Waali Maha Menguasai
78. Al Mutaali Maha Tinggi
79. Al Barru Maha Baik
80. At Tawwab Maha Penerima taubat
81. Al Muntaqim Maha Penyiksa
82. Al Afuwwu Maha Pemaaf
83. Ar Rauf Maha Belas Kasihan
84. Maalikul Mulki Maha Memiliki Kerajaan
85. Dzuljalali Walikram Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan
86. Al Muqsith Maha Adil
87. Al Jaami' Maha Mengumpulkan (Menghimpun)
88. Al Ghani' Maha kaya
89. Al Muqhni Maha Pemberi Kekayaan
90. Al Maani' Maha Mencegah
91. Adh Dhaarru Maha Pemberi Madharat
92. An Naafi' Maha Pemberi Manfaat
93. An Nur Maha Pemberi cahaya
94. Al Haadi Maha Pemberi Petunjuk
95. Al Badii' Maha Pencipta Keindahan
96. Al Baaqi Maha kekal
97. Al Waarits Maha Mewarisi
98. Ar Rasyid Maha Pemberi Petunjuk
99. Ash Shabur Maha Penyabar

10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya yang Wajib Kita Ketahui

10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya yang Wajib Kita Ketahui

 Malaikat adalah ciptaan Allah yang ghaib, yang tidak mempunyai nafsu dan pikiran, tidak berbapak dan tidak beribu, juga tidak beranak. Malaikat hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. Malaikat ada baaaaanyak banget, tapi yang wajib diimani hanya ada sepuluh. Keimanan kepada malaikat masuk ke dalam rukun Iman yang kedua, maka setiap orang islam yang mengaku muslim harus mengimani keberadaan malaikat.

Nama-Nama 10 Malaikat dan Tugasnya

1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
 4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.
 5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
 6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
 7. Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
8. Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.
9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.


Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis lihat:

Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.
Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblis akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.